Bahan Baku
Limbah Kelapa
Kelapa merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki fungsi strategis bagi kehidupan manusia. Setiap bagian dari pohon kelapa memiliki fungsi ekonomis dan praktis. Limbah kelapapun termasuk bagian yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk menjadi bahan baku bagi produk kerajinan, pupuk, media tanam, bahan bakar alternatif, pengawet pangan cair dan lainnya. Limbah atau sisa kayu kelapa adalah setiap bagian yang dianggap tidak bernilai ekonomi lagi dalam proses, waktu dan tempat tertentu. Selanjutnya, limbah kelapa mungkin masih dimanfaatkan pada proses produksi di suatu lokasi pada waktu yang berbeda. Pengolahan limbah kelapa memiliki multi fungsi. Selain untuk kemanfaatan praktis yakni digunakan langsung misal untuk bahan bakar memasak pada rumahtangga atau usaha kuliner. Pengolahan limbah kelapa mempunyai kemanfaatan ekonomi. Kemanfaatan lain ialah mengurangi efek limbah kelapa yang jika dibiarkan dapat menjadi sampah bertumpuk dan berserak hingga mengancam kebersihan, keindahan dan kelestarian lingkungan alam. Limbah kelapa yang dijadikan sebagai bahan baku cococraft bemutu beragam. Beberapa jenis limbah kelapa yang diolah untuk menghasilkan cococraft bermutu. Limbah kelapa berasal dari sisa hasil produksi indutri konstruksi kayu kelapa, industri mebel, industri pemarutan ampas dan santa daging kelapa, industri kompra dan lainnya. Limbah kelapa dapat juga bersumber dari pohon kelapa tua yang sudah tidak produktif. Ada juga yang berasal dari hasil pohon kelapa yang affkir karena rusak atau terbuang percuma. Jenis limbah kelapa beraneka ragam. Jenis libah kelapa yang berfungsi menjadi bahan baku cococraf
PERALATAN PEMOTONGAN DAN PEMBELAHAN
Gergaji utama (headrig) adalah gergaji induk, yang berfungsi membelah log menjadi cant atau lempengan-lempengan kayu yang akan diproses lebih lanjut oleh gergaji berikutnya (resaw). Cant dapat berbentuk setengah log, seperempat log, balok besar (balken) atau papan tebal. Gergaji utama dalam industri penggegajian dapat terdiri atas:
1. Tipe gergaji bundar (circular saw)
Circular saw mempunyai bermacam-macam ukuran sesuai dengan fungsi dan tujuannya. Small circular saw biasanya mempunyai rangka (husk frame) yang dibuat dari kayu atau metal yang ringan, sedangkan large circular saw atau tipe gergaji sirkel berukuran besar rangkanya dibuat dari metal yang kuat (konstruksi berat) (Gambar 1-1). Circular saw mil biasanya dilengkapi dengan “set work” (alat pengatur tebal kayu), “of set” (pengatur posisi log di carriage) dan “log turner” yang dapat membalik-balik log waktu di atas carriage. Dengan demikian circular saw cocok untuk menggergaji dengan tujuan memperoleh kayu gergajian berkualitas tinggi atau “sawing for quality”. Karena log yang sedang digergaji dapat dibolak-balik dalam ranggka mencari dan menghilangkan bagian kayu yang cacat.
Penampang DoubleCcircular Saw (Bilah Mata dipasang di kiri dan di kanan)
- Tipe gergaji ini tidak dapat digunakan untuk membelah log yang berukuran (diameter) besar.
- Selain mempunyai keterbatasan dalam kemampuan membelah log yang berukuran (berdiameter) besar juga circular saw mempunyai daun gergaji (blade) yang tebal (3 sampai 4 kali) tebal band saw sehingga lintasan gergaji (kerf) nya pun lebar sehingga lebih boros bahan baku (limbah berupa serbuk menjadi lebih banyak).
- Di Indonesia pun tidak pernah diketahui adanya industri penggergajian berskala besar yang menggunakan gergaji circle sebagai gergaji utamanya, kecuali pada penggergajian kacil, misalnya pada unit usaha penggergajian kepunyaan pengusaha kecil yang banyak dijumpai di desa-desa sekitar hutan.
Bilah Mata Pisau
Bilah Mata Pisau Gergaji Bundar (Circular Saw Blade)
Bilah mata pisau merupakan bagian terpenting dari gergaji bundar (Circular Saw Blade). Pengrajin sebagai pengguna tentu perlu mahir mengenali spesifikasi, teknik memasang dan teknik penggunaan. Kemanfaatan bilah mata pisau juga perlu diketahui oleh setiap pengrajin. Spesifikasi suatu bilah mata pisau gergaji bundar teramati dari berbagai unsur penting.
Ada beberapa jenis umum dari bilah mata pisau. Setiap jenis mempunyai fungsi khusus
- Ukuran ketebalan bilah mata pisau bervariasi sesuai diameter. Bilah mata pisau yang berdiameter besar akan menghendaki ketebalan yang Jenis daun lebar membutuhkan bilah mata pisau yang lebih tebal.
- Jenis daun lebar membutuhkan bilah mata pisau yang lebih tebal.
- Ketebalan bilah mata pisau harus dijaga seminimum mungkin, karena bilah mata pisau yang tebal akan menciptakan lintasan gergaji (kerf) yang lebar, limbah lebih banyak dan lebih boros terhadap energi listrik..
- Jumlah gerigi dalam bilah mata pisau akan mengindikasikan diameter dan kekasaran permukaan hasil pemotongan.
- Jumlah gerigi juga menentukan rata–rata laju pengumpanan.
- Bilah mata pisau dengan gerigi yang halus harus diumpankan lebih lambat karena ruang serbuk (gullet) terlalu sempit untuk menampung serbuk-serbuk gergaji hasil pemotongan.
- Bilah mata pisau dengan gerigi yang besar dapat diumpankan dengan lebih cepat, namun akan menghasilkan potongan papan yang kasar.
Proses Produksi
Proses produksi dalam industri penggergajian berarti merubah bentuk (konversi) limbah kayu bulat (log) menjadi limbah kayu gergajian (sawn timber). Proses tersebut pada umumnya dimulai di log-deck dan berakhir di gergaji potong (cut off saw atau trimmer). Bentuk limbah kayu akhir berupa potomgan, belahan dan kepingan. Urutan proses produksi secara lengkap adalah sebagai berikut: pemotongan log di log-deck, pembelahan pertama (utama) oleh gergaji utama (head-rig-headsaw), pembelahan ulang (resawing) oleh resaw, meratakan sisi papan oleh edger, dan memotong atau meratakan papan kedua bagian ujungnya oleh gergaji potong (cut off saw atau trimmer).
Pemotongan Log di Log- deck
- Pemotongan log di log-deck biasanya terjadi pada penggergajian yang cukup besar, dimana log-deck berbentuk lantai yang cukup luas untuk menampung log sebelum digelindingkan ke carriage pada gergaji utama.
- Log sebelumnya disimpan di log-pond, yang biasanya di sungai atau di pantai yang tenang, atau diteluk.
- Log-pond buatan (kecil) sering dibuat disekitar lokasi kilang penggergajian untuk menyimpan log agar tidak cepat rusak.
- Pemotongan di log-deck dilakukan terhadap log yang panjangnya belum sesuai dengan ukuran standar atau dengan ukuran pesanan (order) tertentu.
- Apabila industri penggergajian merupakan bagian dari industri mebel atau membuat kayu gergajian untuk bahan baku mebel, maka pemotongan log di log-deck ditujukan agar panjang log lebih sesuai.
- Sering pemotongan dilakukan terhadap kayu yang cacat, seperti agak bengkok, pecah (belah) bagian ujungnya, busuk atau cacat lain. Pemotongan biasanya dilakukan dengan menggunakan gergaji rantai (chain saw).
Keselamatan Kerja
Beberapa peraturan keamanan dan keselamatan dalam bekerja memotong, membelah dan mengiris limbah kayu kelapa dengan mesin gergaji:
-
1.
Pilih dengan tepat jenis gergaji dan bilah mata oisau yang tajam dan tepat
-
2.
Yakinlah bahwa dapat menggunakan gergaji dengan trampil
-
3.
Bilah gergaji harus dilengkapi dengan tudung pengaman.
-
4.
Yakin tudung pengaman dapat berfungsi dengan baik
-
5.
Aturlah posisi ketinggian bilah sehingga bilah ada kurang lebih 5 mm diatas permukaan kayu yang akan dipotong.
-
6.
Berdirilah pada sisi kiri atau kanan bilah dan jangan menyentuhnya
-
7.
Jaga jarak tangan ke bilah gergaji paling tidak 10 cm.
-
8.
Jangan biarkan tangan terlalu dekat dari bilah yang sedang beroperasi.
-
9.
Bidang kerja sebaiknya sudah diserut pada salah satu sisinya, sebelum dipotong atau dibelah pada gergaji bundar.
-
10.
Posisi bidang kerja harus tetap terkontrol dan menempel pada kendali dan dinding meja
-
11.
Jangan pernah memotong bidang kerja dengan kondisi bebas bergerak
-
12.
Untuk latihan gunakan hanya bidang kerja baru yang bebas mata kayu, pecah, atau bengkok
-
13.
Hentikan putaran bilah gergaji, bila akan melakukan penyetelan kendali atau tinggi bilah.
-
14.
Jangan biarkan potongan–potongan kecil atau serpih kayu menumpuk di sekitar bilah gergaji.
-
15.
Gunakan tongkat kayu untuk mengambil dan membuang serpih–serpih tersebut.
-
16.
Jangan pernah mendekatkan tangan ke bilah untuk mengambil serpih.
-
17.
Bila telah melakukan setelan ulang pada bilah, harus diinspeksi oleh instruktur terlebih dulu mu sebelum menghidupkan mesin.
-
18.
Bilah gergaji harus dilepas dari arbor atau spindel mesin setelah selesai digunakan
-
19.
Bagi para pemula sebaiknya menghindari menekankan bidang kerja terlalu besar ke bilah gergaji
-
20.
Operator harus mengontrol laju pengumpanan dan arah potongan
-
21.
Setelah pekerjaan pemotongan selesai, matikan mesin dan tunggu sampai bilah berhenti.
-
22.
Bersihkan meja dan buang limbah pemotongan ke kotak pembuangan
-
23.
Simpan peralatan gergaji dengan baik dan aman,
Team
Our Great Team

Dr. Ir. Dumasari, M.Si
Pembangunan Pertanian Agribisnis Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhamnadiyah Purwokerto
Prof. Dr. Wayan Darmawan, M.Sc
Peningkatan Mutu Hasil Hutan Departemen Mutu Hasil Hutan IPB University _
Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si
Pemberdayaan Masyarakat Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman
Sulistyani Budiningsih, S.P., M.P
Ekonomi Pertanian Agribisnis Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas Muhamnadiyah Purwokerto
Budi Dharmawan, S.P., M.Si., Ph.D
Universitas Jendral Soedirman
Penelitian Terapan Tahun 2021
KERJASAMA
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL (BRIN),
DEPUTI BIDANG PENGUATAN RISET DAN PENGEMBANGAN
DENGAN
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT,
FAKULTAS PERTANIAN DAN PERIKANAN,
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
DAN MITRA KELOMPOK PENGRAJIN MANUNGGAL KARYA PURBALINGGA WETAN


Contact and Location
Contact and Location
Location:
KH. Ahmad Dahlan, Dusun III, Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53182
Email:
Call:
+6285747852243